Senin, 06 September 2010

yang terpenting

Pertama, yang terpenting dari keberadaan sebuah museum adalah ruang pamer. Hampir sebagian besar tenaga para pekerja museum tercurah untuk eksistensi ruang pamer.
Secara substansi, ruang pamer yang bagus haruslah tematis. Tema yang diangkat entah berdasarkan regional asal koleksi, berdasarkan unsur-unsur kebudayaan, dan lainnya.
Para kurator akan memilih dan memilah koleksi berdasarkan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini bukan perkara mudah sebab menyambungkan berbagai unsur yang saling terkait. Selain itu, keunikan dan latar belakang sejarah koleksi juga menjadi pertimbangan. Semakin langka koleksi, semakin menguatkan tema.
Hal ini akan berpengaruh kepada pembuatan label koleksi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pengunjung. Untuk museum dengan paradigma baru, penyampaian informasi tidak harus menggunakan label berupa kertas. Informasi dapat disajikan oleh seorang pemandu. Atau dapat menggunakan alat yang lebih menarik daripada sekedar kertas, yaitu mesin informasi LCD layar sentuh.
Okelah, masih banyak lagi unsur-unsur dan pihak yang terlibat dalam ruang pamer. Akan saya tulis dalam entri berikutnya.

Minggu, 24 Januari 2010

jadi pekerja museum...

Bekerja di museum? Mungkin tak pernah terlintas di pikiran kita. Coba tanyakan ke anak-anak yang masih duduk di bangku TK atau SD, "Kalau sudah besar mau jadi apa?" Tak lain tak bukan, jawaban paling populer adalah dokter. Sebegitu populernya profesi ini hingga membuat semua anak ingin menjadi dokter.
Seakan demikian banyaknya jenis profesi yang lain adalah tidak berguna, tidak menarik, dan tidak penting.
Memang di Indonesia, museum adalah sesuatu yang harus diadakan, harus dihidupkan, harus dilestarikan. Tapi belum menjadi kebutuhan. Melihat begitu rendahnya minat masyarakat untuk berkunjung ke museum. Kalau tidak karena program wajib kunjung museum dari sekolah, niscaya museum akan sangat sepi.
Saya pun demikian. Lupa kapan terakhir kalinya berkunjung ke museum. Karena memang sudah lamanya. Entahlah karena takdir atau nasib atau apalah namanya itu, akhirnya hidup saya selalu berurusan dengan museum. Saya bekerja di sebuah museum terbesar dan tertua di Indonesia. Letaknya di Jl. Merdeka Barat 12.
Banyak yang bertanya, "Di museum kerjanya apa? Kayaknya santai banget, enak..."
Kerja di museum, banyak yang dilakukan. Renovasi ruang pajang, pameran antarnegara, inventarisasi koleksi yang jumlahnya puluhan ribu (yang ini super rumit, tidak akan selesai sampai saya pensiun), dan bla...bla...bla...
Ya, bekerja di museum tidak mudah. Jangan bayangkan dapat bersantai dan berdamai dengan waktu. Resiko terkena penyakit paru-paru selalu membayangi. Berkutat tiap hari dengan debu berusia tahunan bukan perkara yang bisa dianggap remeh. Ya, cobalah sekali-kali berkunjung ke museum dan tanyakan kepada para pekerjanya, "Kerja di museum ngapain aja?" Dan jawabannya, banyak...