Pertama, yang terpenting dari keberadaan sebuah museum adalah ruang pamer. Hampir sebagian besar tenaga para pekerja museum tercurah untuk eksistensi ruang pamer.
Secara substansi, ruang pamer yang bagus haruslah tematis. Tema yang diangkat entah berdasarkan regional asal koleksi, berdasarkan unsur-unsur kebudayaan, dan lainnya.
Para kurator akan memilih dan memilah koleksi berdasarkan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini bukan perkara mudah sebab menyambungkan berbagai unsur yang saling terkait. Selain itu, keunikan dan latar belakang sejarah koleksi juga menjadi pertimbangan. Semakin langka koleksi, semakin menguatkan tema.
Hal ini akan berpengaruh kepada pembuatan label koleksi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pengunjung. Untuk museum dengan paradigma baru, penyampaian informasi tidak harus menggunakan label berupa kertas. Informasi dapat disajikan oleh seorang pemandu. Atau dapat menggunakan alat yang lebih menarik daripada sekedar kertas, yaitu mesin informasi LCD layar sentuh.
Okelah, masih banyak lagi unsur-unsur dan pihak yang terlibat dalam ruang pamer. Akan saya tulis dalam entri berikutnya.